Sekitar 100 demonstran, yang kebanyakan perempuan itu berjalan di karpet merah Leicester Square, bahkan sebagian nekat melompati barikade pengaman. Mereka lalu tiduran sembari menyanyikan slogan protes.
Mereka mengenakan tulisan yang tersemat di dada: "dead women don't vote." Tidak hanya itu, ada demonstran lain yang bertugas melempar bom asap berwarna hijau dan ungu ke udara. Petugas menghalau itu dalam 10 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan dua perempuan terbunuh di Inggris Raya karena kekerasan rumah tangga, tidak mungkin kita berhenti berjuang," kata Fischer.
Suffragette berkisah tentang era feminisme di London pada 1912 dan kampanye untuk berjuang atas nama perempuan agar bisa mendapat hak memilih. Film itu dibintangi Meryl Streep.
Ceritanya berfokus pada Maud (Carey Mulligan), seorang ibu dan istri yang bekerja. Hidupnya berubah selamanya sejak ia direkrut secara rahasia untuk bergabung dalam sekelompok perempuan yang menuntut hak memilih mereka.
Pergerakan kelompok yang sedang tumbuh itu dipimpin aktivis perempuan Inggris, Emmeline Pankhurts (Streep). Film juga dibintangi Helena Bonham Carter dan Anne-Marie Duff.
Protes di film Suffragette. (REUTERS/Luke MacGregor) |
Menurut Bonham Carter saat diwawancara Sky News, protes itu justru bentuk respons yang sempurna atas film Suffragette. "Saya senang film kami telah melakukan sesuatu. Untuk itulah kami di sini," ujar cucu mantan Perdana Menteri Herbert Henry Asquith itu.
Sebelumnya, Streep memang telah banyak berkoar tentang bagaimana industri film didominasi aktor. Bahkan dalam pidato-pidatonya, ia memperjuangkan hak para perempuan. (rsa)
Protes di film Suffragette. (REUTERS/Luke MacGregor)