Novel setebal 686 halaman itu mengisahkan sekelompok anak minoritas pecandu kokain yang memegang senjata otomatis. Mereka mencoba membunuh Marley di Jamaika pada 1976 sebelum ia menggelar konser perdamaian, namun gagal.
Novel ditulis dengan banyak logat daerah Jamaika serta istilah populer setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia membaca saat ini sedang terjadi gejolak kreativitas yang berani. "Saya berharap itu membawa lebih banyak perhatian tentang apa yang dihasilkan Jamaika dan Karibia," katanya.
Namun suatu waktu, mendadak bukunya diterbitkan. James pun merasakan bagaimana suaranya bisa sampai ke publik Jamaika. "Para penyanyi reggae adalah yang pertama mengenali bahwa suara yang keluar dari mulut kami adalah suara fiksi yang sah," James mengatakan.
Suara James itu juga memukau para juri Man Booker, seperti disampaikan pengarang dan akademisi Michael Wood. Ia merupakan kepala dari lima juri yang memilih sang jawara dari enam judul novel dalam daftar pendek bukunya. Semakin dibaca, bukunya semakin menarik.
Dalam wawancara dengan Gawker Review of Books, James berkata novel ke-tiganya itu dibuat dengan melanggar banyak aturan penulisan yang kini ia ajarkan kepada para mahasiswanya di Macalester College, St. Paul, Minnesota. James kini tinggal dan mengajar di kota itu.
"Sebagian hal dari buku itu, saya larang mahasiswa saya untuk melakukannya. Ada tujuh halaman kalimat di buku itu. Bahkan ketika buku itu berakhir, itu tiba-tiba berakhir."
Wood mengakui itu. Namun, ia tetap merekomendasikan A Brief History of Seven Killings untuk mereka yang ingin perbedaan. "Itu mungkin kontroversial, tapi jika Anda secara sederhana menyaring sumpah serapah, obat, dan hal-hal semacamnya dari konteks buku, itu akan jadi lebih baik," tutur Wood.
Man Booker merupakan penghargaan fiksi yang sudah berusia 47 tahun. Sebelumnya penghargaan itu pernah mampir ke tangan Salman Rushdie, Hilary Mantel, Margaret Atwood, dan JM Coetzee. Hadiahnya US$76 ribu atau Rp1 miliar.
Namun uang bukan segalanya. Yang lebih penting dari itu adalah lebih dikenal di dunia buku. Penghargaan itu juga akan mendorong penjualan. Pemenang tahun lalu adalah penulis Australia Richard Flanagan. Bukunya yang menang, The Narrow Road to the Deep North tercatat telah terjual 800 ribu kopi di seluruh dunia. (rsa/vga)