Saat ditemui di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta, kemarin (15/10), Teja menyatakan siap menyuguhkan musik flute atau suling di Sydney, Australia, mulai 11 November 2015.
"Jadi saya akan main di Sydney, pada 11 November nanti," kata pria kelahiran April 1982 ini kepada CNN Indonesia. "Saya akan pergi bersama tujuh anggota grup musik saya, Gus Teja World Music."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, Teja belum mengetahui nama acara musik yang melibatkan kelompoknya tersebut. Namun ia memastikan, Gus Teja World Music akan memperkenalkan musik Nusantara, bukan semata Bali.
Gus Teja World Music akan mengombinasikan musik tradisional Indonesia dengan musik Barat. Tidak hanya suling khas Indonesia, juga flute asal mancanegara akan ditampilkan.
"Saya juga bisa bermain suling khas native American flute, lalu juga pan flute dari Amerika Selatan, kemudian juga ada yang namanya ocarina flute," dia menceritakan dengan penuh semangat.
Pria yang memiliki nama panjang Agus Teja Sentosa ini memulai karienya sejak 2008. Kala itu, ia dan teman-temannya membuat sebuah grup musik di Ubud, Bali.
Sepanjang kariernya, Teja sudah memiliki tiga album yang mengusung alunan merdu suling. Ketiga album tersebut adalah Rhythm of Paradise, Flutes for Life , dan yang paling gres, Ulah Egar.
Sejak itu, Teja kerap singgah di pagelaran musik ternama di berbagai negara, seperti di Malaysia dan Korea Selatan. Teja sendiri sudah menjadi artis langganan di acara-acara bergengsi di tanah kelahirannya, Bali.
Sebagai "pemanasan" jelang pementasan di Sydney, Teja dkk tampil di acara Nusa Dua Fiesta 2015, pada 10 Oktober 2015 lalu, berikutnya Teja dkk siap memeriahkan Pemuteran Bay Festival pada 23 Oktober 2015 mendatang. (vga/vga)