Pelantun lagu Blank Space itu merasa tersinggung dengan cap perhitungan yang selama ini dialamatkan kepadanya. Dalam wawancara dengan majalah GQ, belum lama ini, Swift mengatakan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain kecewa dengan cap perhitungan, Swift juga kecewa banyak orang yang menganggap lagu-lagunya dibuat untuk menyindir mantan kekasihnya.
"Kadang saya tidak bisa tidur jika berita seperti itu beredar. Lagu-lagu saya bukan tentang patah hati, melainkan tentang kehilangan seorang teman," lanjut Swift.
Sebagai idola masa kini, Swift memang tidak boleh larut dalam kekecewaan. Ia tetap harus berpikiran positif demi mengembangkan kariernya.
Saat ini, Swift mengaku sudah jarang menangis. Terakhir kali ia menangis, pada saat MTV Video Music Awards 2009. Ketika itu, Kanye West menyabotase pidato kemenangannya dan para penonton menyoraki dirinya.
"Saya menangis di belakang panggung. Tapi lima menit kemudian saya menyeka air mata karena harus tampil menyanyikan lagu," kata Swift.
"Semenjak itu saya selalu meyakinkan diri untuk berusaha menjadi yang terbaik," kata Swift. "Dan ketika saya dan Kanye berbaikan, saya menjadi lebih bahagia."
(ard/vga)