Mengutip LA Times, produksi Universal itu digadang-gadang memuncaki box office pekan ini. Menurut salah satu survei prarilis, film yang diproduksi dengan biaya US$30 juta atau Rp417 miliar itu bisa menambah US$18 juta sampai US$20 juta (Rp250 miliar sampai Rp278 juta) dengan diputar di hampir 2.500 teater.
Itu baru di Amerika Serikat dan Kanada, belum di negara lain dan menghitung rilis global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Steve Jobs kali ini bukan hanya dibintangi Fassbender, tetapi juga Kate Winslet, Seth Rogen, dan Jeff Daniels. Aaron Sorkin menjadi penulis skenario. Di tangan tim itulah Steve Jobs akan membawa Universal ke atas angin.
Tahun ini, Universal sudah punya serentetan film sukses, seperti Jurassic World, Furious 7, Minions, dan Straight Outta Compton.
"Saya berani bertaruh Steve Jobs akan menjadi nomor satu, karena mereka mendapat 'sihir' Universal. Universal sedang menjalani salah satu tahun di mana mereka tidak pernah berbuat salah. Mereka terbang ke puncak dan membuatnya terlihat mudah," Paul Dergarabedian, media analis senior Rentrak, berkomentar.
Menurut Dergarabedian, Universal melakukan hal cerdas dengan membiarkan Steve Jobs rilis secara terbatas lebih dahulu di bioskop.
"Pasar sedang sangat penuh oleh drama saat ini. Tapi Steve Jobs punya begitu banyak hal yang saya pikir bisa membuatnya muncul di tengah keramaian. Ini akan menjadi film yang ingin ditonton orang selama jangka panjang," Dergarabedian melanjutkan prediksinya.
Di situs web penjualan tiket Movie Tickets, berdasarkan pantauan CNN Indonesia, Steve Jobs menempati posisi ke-dua. Sebanyak lima persen pembeli tiket bioskop di Movie Tickets menyerahkan uangnya untuk menonton film itu. Di bawahnya ada Bridge of Spies, film Steven Spielberg.
Posisi pertama masih ditempati Star Wars: The Force Awakens, yang membuka penjualan awal untuk filmnya sejak Selasa (20/10) lalu. Sebanyak 57 persen pembeli Movie Tickets memilih Star Wars, meski ia baru rilis 18 Desember. (rsa/vga)