Belum setengah hari ditayangkan via YouTube, video musik ini sudah dipirsa hampir tiga juta kali. Menyimak liriknya yang menghamba, banyak penggemar—yang disebut Beliebers—menduga lagu ini ditujukan Bieber untuk mantan kekasih, Selena Gomez.
“Is it too late now to say sorry? Cause I'm missing more than just your body.” Demikian sepenggal lirik lagu Sorry, yang masih diakhiri dengan kata penyesalan, “Yeah I know that I let you down. Is it too late to say sorry now?”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studio tari khusus hip hop yang berlokasi di Penrose, Selandia Baru, ini dimiliki oleh koreografer muda Parris Goebel. Sebagaimana dikabarkan laman Complex, ReQuest kerap menjuarai berbagai kompetisi tari hip hop, antara lain di Las Vegas, AS.
Koreografer berusia 23 tahun ini pernah beroleh predikat Most Influential Under 25 Kiwis versi Scout, Selandia Baru. Gaya tari orisinal Polyswagg yang diciptakan Goebel cukup terkenal di Negeri Kiwi. Tutorialnya bisa disimak di YouTube.
Sorry diambil dari album musik terbaru Bieber, Purpose, yang siap dirilis pada 13 November 2015, berbarengan dengan album musik boy band One Direction. Sorry siap menyusul kesuksesan dua single sebelumnya, Where Are U Now dan What Do You Mean?
Sorry digarap Bieber bersama Skrillex dan Blood Diamonds, juga Julia Michaels dan Justin Tranter. Kepada laman MTV, Michaels menyatakan, “Lagu ini mengisahkan penyesalan seorang kekasih telah berbuat kekeliruan dan menyatakan permohonan maaf.”
“Sesungguhnya meminta maaf bukanlah hal yang mudah dilakukan,” Trante menambahkan. “Maka ada kalanya orang berharap belum terlambat untuk meminta maaf.” Agaknya inilah cara Justin, meminta maaf dalam suasana ceria seperti di video musik Sorry.
Tampak para penari asuhan Goebel sesekali menggetarkan pinggul alias twerking—sebagaimana pernah dipopulerkan Miley Cyrus. Bersamaan dengan rilisnya Sorry, Bieber pun mencuitkan ajakan agar fans mengirimkan video tari versi mereka sendiri.
[Gambas:Youtube] (vga/vga)