Dengan suara merdu dan gerakan gemulai, penyanyi asal kota Bogor itu berhasil menarik banyak penonton untuk menyaksikannya di Stage A Festival Jazz @ Kota Tua.
Iga terlihat sangat bersemangat di atas panggung. Hal itu ia buktikan dengan selalu mengajak para penonton bernyanyi bersama ketika ia melantunkan salah satu hits-nya berjudul Kasmaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merasa bahwa penontonnya sangat kooperatif, Iga menunjukan apresiasinya. "Pengunjungnya pada hebat-hebat ya di sini," ujar Iga dari atas panggung.
Merasa berutang kepada penggemar setianya, ia mengatakan akan membawa sebuah lagu dari band legendaris asal Inggris The Beatles yang berjudul Let It Be.
"Semua pasti tahu lagu ini, yuk kita nyanyi bersama," ujar Iga kepada penonton sambil tersenyum.
Ia pun berhasil membawakan modifikasi lagu Let It Be dengan sangat apik dengan mengaransemen ulang lagu itu menjadi musik yang sarat dengan irama khas jazz.
Selain Let It Be, ia juga menyanyikan lagu Indonesia yang sangat terkenal di kalangan masyarakat, seperti Esok Kan Masih Ada yang merupakan buah karya Utha Likumahuwa.
Lagi-lagi, ia berhasil meracik ramuan musik Jazz dan Pop menjadi sebuah penampilan yang menakjubkan.
Nampaknya, Iga ketagihan manggung di Kota Tua. Sampai-sampai, dirinya meminta izin kepada sang produser acara tersebut, Dwiki, untuk memberikan tambahan waktu untuk tampil.
"Mas Dwiki, saya tambah satu jam lagi ya manggungnya," Iga menuturkan di ujung penampilannya yang sempat mengundang gelak tawa pengunjung.
Dwiki memang tidak mengiyakan permintaannya itu, namun, Iga mendapat kesempatan untuk memainkan satu lagu tambahan.
Lagu penutup yang dipilih Iga adalah lagu Kujemu dari Koes Plus, yang seakan-akan terbawa suasana jadul Kota Tua itu.
Setelah memainkan setidaknya enam lagu, Iga meninggalkan panggung dan berterima kasih kepada penonton yang dia sebut hebat, "Sukses untuk semua, terima kasih banyak sekali sudah menonton saya."
Selain Iga, Festival Jazz @ Kota Tua ini pun turut diramaikan oleh musisi Jazz papan atas Indonesia seperti Ermi Kulit, Tohpati dan Balawan, ditambah sejumlah musisi dari negara lain. (yns)