Mengutip NY Post, aksi itu digelar Sabtu (24/10), tak sampai seminggu setelah seorang petugas polisi terbunuh saat sedang bertugas.
"Ketika saya melihat pembunuhan, saya tidak akan bertahan. Saya harus memanggil pembunuh dengan pembunuh," ujar Tarantino, sutradara yang dikenal dengan berselera unik soal film.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Petugas yang disebut Quentin Tarantino sebagai 'pembunuh' tidak hidup dalam salah satu fantasi layar lebarnya yang merusak. Mereka mengambil risiko dan kasang mengorbankan nyawa melindungi masyarakat dari kejahatan serta kekacauan nyata," ujar Lynch.
Menurutnya, masyarakat perlu memberi pesan bagi Tarantino, yang disebut sebagai pemasok degenerasi mental melalui bisnis filmnya. Yang disampaikan Tarantino, baginya hanya fitnah.
Kerabat polisi yang tewas Selasa malam lalu, Randolph Holder, juga ikut geram. "Saya pikir itu sangat tidak sopan," kata pemuda 27 tahun bernama Shauntel Abrams itu pada NY Post.
"Semua orang lupa, bahwa yang ada di balik seragam itu juga manusia," tuturnya.
Holder juga didukung pensiunan polisi, John Mangan. Ia dulunya bekerja di PSA 5, di mana Holder ditempatkan. Minggu (25/10) ia turun ke jalan dengan membawa poster dukungannya.
"Tuhan memberkati NYPD," begitu tertulis di posternya. Ia berjalan sekitar 12 kilometer dari stasiun East Harlem ke Balai Kota sebagai bentuk dukungan terhadap Holder. (rsa/utw)