Hal ini dijelaskan oleh seorang kurator sekaligus seniman asal Skotlandia, Charles Esche, yang mengatakan bahwa setiap seniman harus bangga menyuguhkan karya seni yang dapat merepresentasikan profil mereka, terutama seniman Indonesia.
"Seniman Indonesia harus jujur dengan karya mereka. Mereka harus menceritakan cerita Indonesia melalui karya-karya mereka," ujar Charles kepada CNN Indonesia ketika ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta, Kamis (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu karya seni yang menarik, ujar Charles, adalah karya seni yang bisa merepresentasikan kampung halaman para seniman itu.
"Saya yakin, jika para seniman jujur dengan membuat karya seni mengenai kampung halaman mereka, maka mereka akan menjadi sukses," lanjut Charles.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa banyak sekali isu di Indonesia yang dapat diceritakan ke masyarakat dunia melalui karya seni.
Selain itu, Charles menyarankan kepada para seniman agar tidak berkarya untuk orang lain, melainkan diri para seniman itu sendiri.
Charles menceritakan bahwa banyak seniman yang berkarya untuk orang lain seperti kolektor atau orang yang dapat membayar karya seni mereka.
"Para kolektor karya seni akan meminta para seniman untuk membuat karya seni seperti yang mereka inginkan. Jangan dengarkan kata mereka, jujur dengan keinginan anda sebagai seniman," tuturnya.
"Jika karya anda bagus, para kolektor yang akan mendatangi anda, bukan anda yang mendatangi kolektor."
Charles sendiri adalah penggemar berat seniman Indonesia, yakni Agung Kurniawan. Karyanya yang bertajuk 'The Dutch Day Dreaming' telah diboyong ke museum Van Abbemuseum untuk dipamerkan ke masyarakat Eropa dan dunia.
(ard)