Bahkan televisi pun biasanya ikut merayakan Halloween dengan menayangkan film-film seram, entah berhantu, thriller, maupun berdarah-darah. Tak heran jika seorang wisatawan asing menanyakan hal-hal seram dalam sebuah sesi di Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2015 di Bali, Jumat (30/1).
Raditya Dika, novelis sekaligus komedian yang kebetulan ditanya soal film horor yang patut ia rekomendasikan, awalnya agak bingung menjawab. "Saya tidak terlalu menggemari film horor," ujar bintang Manusia 1/2 Salmon itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara Pocong," ia melanjutkan, "Adalah orang mati yang dibungkus kain dengan simpul di atasnya, seperti permen." Raditya kemudian menyimpulkan bagaimana menyebut pocong dalam bahasa Inggris yang langsung mengundang tawa.
"Ya, seperti permen tapi menyeramkan dan lompat-lompat. So it is a very scary jumping candy," tutur penulis Kambing Jantan itu.
Kuntilanak dan pocong sama-sama pernah difilmkan pada layar lebar, menggunakan nama hantu itu sendiri. Keduanya pun dibuat berseri. Kuntilanak dibintangi Julie Estelle, sementara Pocong salah satunya dibintangi Revalina S. Temat dan Ringgo Agus Rahman.
Eka Kurniawan, sastrawan yang juga menjadi salah satu panelis di samping Raditya menambahkan film horor Indonesia yang patut direkomendasikan. "Anda harus mencoba film horor klasik, seperti film Suzanna," katanya. Ia menambahkan Jelangkung untuk rekomendasi. (les/les)