Hal inilah yang dilakukan oleh Teater Koma, kelompok teater tertua di Indonesia yang umurnya sudah mencapai 38 tahun dan telah menggelar lebih dari ribuan pementasan teater di Jakarta maupun di kota-kota lain di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sana melakukan workshop tentang teater kepada pelajar. Sejauh ini lumayan hasilnya, setidaknya ratusan pelajar sudah mau nonton Teater Koma," lanjut Nano.
Nano yakin jika hal ini terus dilakukan, dunia teater Indonesia tidak akan punah.
"Kalau mereka mau nonton saja, kita sudah senang dan bersyukur banget. Apalagi kalau mereka mau ikut turun ke lapangan main teater sama kita, satu orang saja kita sudah senang banget," kata Nano.
Kegiatan Teater Koma ini juga didukung oleh Budi Ros, selaku aktor teater senior Indonesia yang telah berkiprah bersama Teater Koma sejak tahun 1985.
Ia mengatakan bahwa Nano selalu memberikan kebebasan berekspresi bagi anak muda yang ingin ikut berperan dalam pagelaran Teater Koma.
"Pak Nano itu baik banget, ia memberikan kebebasan kepada orang yang ingin main teater. Selain jadi aktor, mereka juga diberikan kesempatan untuk menjadi penulis dan membantu proses pembuatan panggung," ujar Budi. (ard)