Buku karya gadis 25 tahun itu sukses mengalahkan JK Rowling, bahkan menyalip rekor Dan Brown dan EL James dari sisi penjualan.
Akhir tahun lalu, Zoella meluncurkan buku berjudul Girl Online dan langsung memegang rekor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak lama setelah menuai popularitas, Zoella langsung diempaskan kabar menyakitkan. Ia disebut-sebut menggunakan ghostwriter dalam penggarapan buku itu. Tak lama, Zoella pun akhirnya mengakuinya.
Nama Siobhan Curham ikut terseret kasus itu karena dia adalah ghostwriter yang jasanya digunakan Zoella.
Tak lama setelah Zoella muncul mengakui dirinya dibantu dalam proses penulisan, Curham pun buka suara.
Dalam unggahan itu ia mengatakan, tak bisa bicara detail yang spesifik soal keterlibatan dalam proyek Zoella karena alasan yang terkait hukum. Namun yang jelas, ia menegaskan praktik ghostwriter telah terjadi bertahun-tahun.
Menurutnya, penggemar tidak seharusnya menyalahkan Zoella.
"Ketika saya mendapat tawaran membantu Zoe, saya juga melihat kesempatan membantu mengangkat pesan penting dan memberdayakan untuk penggemarnya yang sangat banyak," tuturnya.
Pesan itu, ia melanjutkan, adalah tentang kepercayaan diri, kegelisahan, seksualitas, dan ironi tentang adanya pembenci online. (rsa/yns)