Namun, Franki Indrasmoro alias Pepeng, penggebuk drum untuk grup musik NAIF, menegaskan bahwa para musisi tidak perlu khawatir akan adanya berita memprihatinkan tersebut.
Mengutip pernyataannya, musisi Indonesia harus mulai membiasakan diri untuk tidak bergantung kepada pihak lain seperti toko musik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengaku bahwa dirinya tidak membiasakan diri bergantung kepada pihak lain dalam masalah penjualan album-album ciptaannya.
Pepeng sendiri mengaku masih memiliki media lain untuk menjual album-albumnya, yakni internet. Ia mengimbuhkan bahwa musisi tidak perlu khawatir dengan ditutupnya beberapa toko musik besar di Indonesia.
"Selama musisi masih punya penggemar, saya rasa mereka tidak perlu khawatir, para penggemar pasti akan beli kok album mereka," Pepeng menceritakan.
Selain itu, dengan adanya bantuan internet, musisi dapat lebih leluasa memperlebar jangkauannya, salah satunya dengan menggunakan jejaring sosial.
Melalui internet, musisi Indonesia bisa menjual karya seni mereka. Bahkan, tidak hanya masyarakat lokal yang bisa membeli, namun masyarakat asing pun juga dapat menikmati karya-karya mereka.
Ketika pertama kali mendengar kabar bahwa beberapa gerai Disc Tarra akan tutup, Pepeng menanyakan nasib album ke-6 NAIF bertajuk Planet Cinta yang sempat digarap oleh toko musik itu.
"Kira-kira nasib album Planet Cinta bagaimana ya? Album itu kan sempat dirilis oleh Catz Records alias Disc Tarra. Mungkin kalau beneran mereka ingin tutup, saya bisa borong sisa albumnya," ucap Pepeng sambil bercanda.
Pepeng menambahkan, musisi boleh saja khawatir ketika banyak toko musik yang ditutup, namun kekhawatiran mereka tidak perlu berlebihan.
"Khawatir boleh saja, asal jangan berlebihan dan jangan panik," tegasnya.
"Mulai saat ini, kita berpikir untuk mencari solusinya. Sudah saatnya kita enggak menggantungkan diri dengan pihak lain, itu lah makna dari independen."
(utw/utw)