Langkah Ade kemudian dilanjutkan generasi selanjutnya, seperti Epen Cupen. "Epen Cupen adalah grup komedi Papua pertama yang mengikuti jejaknya," ujar Irham Acho Bachtiar, sutradara Epen Cupen saat dihubungi CNN Indonesia, Jumat (6/11).
Ade membuat anak-anak Papua lebih percaya diri, bahwa mereka bisa menembus dunia hiburan Indonesia dan eksis di dalamnya. Meskipun, anak-anak Papua yang eksis sekarang belum pasti mengidolakan dan berkiblat pada candaan Ade yang ramai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada namanya Herman Mahuze, dia karakternya seperti Ade, agak kemayu begitu. Bicaranya pun lebay, juga sering berdandan seperti wanita," tutur Acho menambahkan. Katanya, Herman tidak sengaja membentuk citra itu.
Herman sendiri dikenal sebagai "Olganya Papua." Ia eksis sejak bermain dalam seri Epen Cupen ke-tiga bersama Celo Rasta Bomel, Nato Beko, dan Cicilia. Generasinya yang memopulerkan Epen Cupen di YouTube.
Acho sebenarnya punya mimpi terkait Ade dan generasi-generasi muda Papua yang bisa dibilang penerusnya itu. Sejak 2012, ia ingin membuat konsep film yang mempertemukan komedian senior dan junior. "Saya enggak bisa bayangin kalau Herman Mahuze itu ketemu Ade Juwita," tuturnya.
Sayang, mimpi itu tak bisa diwujudkan. Ade sudah lebih dahulu meninggalkan penerusnya, yang akan terus mengenangnya dengan senyuman dan penuh mimpi dari Tanah Papua. (rsa/utw)