"Dengan rasa duka yang mendalam, kami menyatakan kalau Nick yang kami cintai tewas dalam serangan teror di Bataclan semalam. Nick adalah teman semua orang," kata pihak keluarga Alexander, seperti yang dilansir dari situs Rolling Stone pada Sabtu (14/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya banyak menghabiskan waktu dengan Nick. Menjadi manajer merchandise ketika rangkaian tur konser musik mungkin adalah hal yang sepele, namun cukup berat," ujar penabuh drum Black Keys, Patrick Carney.
Pemetik gitar band Fall Out Boy, Joe Trohman, juga menyayangkan kepergian Alexander dalam serangan teror.
Keprihatinannya ditujukkan melalui cuitan di akun Twitter-nya sehari setelah serangan terjadi.
"Baru mengetahui kalau Nick Alexander tewas dalam serangan di Paris semalam," tulis Trohman.
"Pria yang baik. Saya sangat berduka," lanjut Trohman.
Teman Alexander, Helen Wilson, yang menyaksikan detik-detik kawannya meregang nyawa, mengisahkan peristiwa menakutkan itu kepada Telegraph.
"Kami mendengar keributan di luar arena konser dan orang-orang mulai berlarian ke dalam. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Lalu terlihat sekitar lima sampai enam orang bersenjata mulai menembaki orang-orang yang berlari. Kami memutuskan tiarap," kata Wilson.
"Nick ada di depan saya ketika kami tiarap. Seseorang di depan kami lalu ditembaki dan mengenai Nick. Saya berusaha untuk terus mengajaknya berbicara dan memberikan napas buatan. Tapi ia meninggal dalam genggaman saya," lanjut Wilson, yang juga terkena tembakan di kedua kakinya.
Alexander adalah korban pertama yang berhasil diidentifikasi dalam serangan teror yang diklaim dilakukan oleh ISIS ini.
[Gambas:Youtube]