Hakim menerima penghargaan tersebut langsung dari Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yasuaki Tanizaki pada Rabu (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanizaki mengatakan bahwa hubungan Christine dan Jepang sudah lama terjalin. Hakim pun pernah bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, untuk membahas ide-ide yang dapat mempererat hubungan kebudayaan Jepang dan Indonesia.
Enam tahun berselang, Hakim pun kembali ke Jepang untuk memenuhi undangan Japan Foundation sebagai tamu di South East Asia Film Festival pada 1982.
"Ketika saya berada di South East Asia Film Festival, hal itu menjadi momentum penting bagi diri saya, karena masyarakat Jepang dapat diperkenalkan kepada film-film saya," kata Hakim.
Salah satu film yang pernah dilakoni Hakim, Tjoet Nyak Dien, pun menjadi film yang ramai ditonton warga Jepang di Tokyo International Film Festival pada 1989.
Tidak hanya itu, Hakim pun pernah membintangi salah satu film Jepang berjudul Nemuro Otoko garapan sutradara Oguri Kohei. Saat proses produksi, Hakim harus tinggal di Jepang guna mempelajari kehidupan masyarakat di sana.
Hakim mengaku bahwa hubungannya dengan Jepang telah memberinya banyak pelajaran.
"Saya merasakan kehangatan dan ketulusan persaudaraan dari banyak pihak di Jepang. Hal ini memberikan saya kesempatan untuk belajar," ujar Hakim.
(ard)