Twit itu sebenarnya adalah promosi artikel yang berjudul 'What ISIS wants: to destroy the grey zone of co-existence’. Namun disayangkan twit tersebut juga disertai dengan foto besar mantan personel One Direction itu.
Artikel itu sendiri sebenarnya membahas soal zona abu-abu dalam hubungan muslim dan non-muslim di dunia barat. Malik disebut sebagai salah satu contoh sosok muslim ternama yang menerima budaya barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggemar Malik yang marah menganggap media tersebut seolah menuduh Malik yang kebetulan juga seorang muslim terlibat kelompok teroris tersebut.
Permintaan maaf atas penggunaan foto Zayn Malik.(Twitter) |
Malik juga disebut dalam artikel di media tersebut dalam cerita tentang wawancara pertamanya sebagai artis solo. Malik menceritakan kegembirannya karena rekaman terbarunya benar-benar mewakili dirinya.
“Dulu saya tidak 100 persen berada di balik musik kami. Dulu itu bukan saya,” katanya mengenang masa-masa bersama One Direction. “Semakin kami besar, semakin kami terkenal sebagai boyband dunia, rasanya jadi aneh.”
(utw/utw)
Permintaan maaf atas penggunaan foto Zayn Malik.(Twitter)