Sebanyak 129 orang tewas dan 350 orang terluka saat sejumlah orang bersenjata api menyerang beberapa lokasi di Paris.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, Prodiss meminta bantuan dari berbagai pihak untuk memulihkan seluruh sistem industri pertunjukan, termasuk aparatur negara.
Prodiss menyatakan kalau penjualan tiket pertunjukan langsung di Paris menurun sebanyak 80 persen setelah seminggu kejadian teror berlangsung.
"Cara untuk menanggulangi kondisi ini belum ditentukan," kata pihak Prodiss, seperti yang dikutip dari NME pada Kamis (25/11).
"Oleh karena itu kami membutuhkan dana darurat untuk memulihkan segalanya," lanjut Prodiss.
Jika dana sebesar US$52 jadi dihibahkan, maka Prodiss akan menggunakannya untuk memperbaiki fasilitas keamanan gedung konser yang perlu ditingkatkan untuk mencegah kejadian sama terulang.
Selain meminta bantuan dana dari pemerintah, Prodiss juga mengumumkan akan menyisihkan sebagian dana dari penjualan tiket anggota kelompok mereka selama Desember mendatang untuk para keluarga korban penyerangan.
Meski masih dirudung duka, namun pihak Bataclan menolak untuk menutup tempat hiburan ini.
"Kami akan tetap membuka tempat ini. Apapun alasannya," kata wakil manajer, Dominique Revert, seperti yang dilansir Billboard pada Kamis (19/11).
"Kami memang masih berduka, bahkan hingga tahun-tahun depan. Tapi kami akan tetap buka. Kami tidak akan menyerah," lanjutnya.
Sehari setelah serangan teror terjadi banyak musisi yang membatalkan konsernya di Paris. Beberapa di antaranya U2 dan Foo Fighters.
Berbanding terbalik dengan keputusan Bono dan Dave Grohl, Lemmy mengatakan dirinya bersama Motorhead masih mau tampil di Bataclan.
"Serangan tersebut sengaja disiarkan untuk ditampilkan dalam tayangan televisi. Mereka sangat bodoh. Apa yang mereka lakukan? Apakah mereka sudah merasa jagoan? Dasar pengecut," kata Lemmy, saat diwawancara oleh ZDF Aspekte, pada Selasa (24/11).
"Saya tidak akan membatalkan konser saya, kecuali jika ada pelarangan dari pihak berwajib. Jika kita merasa takut, teroris akan merasa menang," lanjut Lemmy.