"Albus Severus Potter. Kau dinamai dengan dua kepala sekolah Hogwarts," kata Harry. Keduanya berasal dari asrama yang berbeda. Albus Dumbledore dari Gryffindor dan Severus Snape dari Syltherin. Yang mana pun asramanya, kata Harry, keduanya sama hebat.
Sang putra kemudian tersenyum dan penuh percaya diri menaiki Hogwarts Express.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertanyaan itu terlontar dari seorang penggemar ke akun Twitter Rowling. Sang penulis sendiri selama ini memang sering memberi bocoran kisah atau trivia-trivia di balik Harry Potter. Ia bahkan punya cerita yang tiap bulan diunggah ke Pottermore.
Pembaca Harry Potter pasti tahu, betapa awalnya Harry membenci Snape. Ia dan sahabat-sahabatnya, Ron Weasley dan Hermione Granger yang dalam film diperankan Rupert Grint dan Emma Watson, mencurigai Snape sebagai kaki tangan Voldemort.
Di akhir buku dijelaskan, Snape memang orang kepercayaan Voldemort. Namun, ia "menyusup" ke kalangan penyihir hitam atas permintaan Dumbledore. Pada akhir cerita, Snape membunuh Dumbledore, atas permintaan sang kepala sekolah itu sendiri. Dengan demikian Snape makin dipercaya Voldemort.
"Lagipula, Dumbledore sudah sekarat saat Snape membunuhnya," Harry mengatakan dalam buku laris ke-tujuh karya Rowling itu.
Harry baru sadar dirinya salah sangka, saat melihat memori Snape dalam pensieve. Snape meninggalkan memori itu dalam bentuk air mata, setelah ia dibunuh oleh ular kepercayaan Voldemort, Nagini. Ternyata, semua dugaan Harry selama ini salah besar.
Snape melakukan apa yang diminta Dumbledore demi Harry, karena sejak kecil ia tak bisa berhenti mencintai ibunya, Lily Potter. Atas pengorbanan itu, Harry menurunkan nama Severus pada putranya dengan Ginny Weasley. (rsa/vga)