Diberitakan Reuters, klub komedi bernama The Experiment Comedy Gallery itu membebaskan biaya untuk pengunjung jika mereka membuktikan dirinya muslim. Ada dua langkah membuktikan muslim, menurut klub yang rutin mengadakan lawakan tunggal itu.
"Menghadap kiblat, membaca surat Al-Fatihah, dan tertawakan kemusliman Anda secara gratis sepanjang malam," demikian yang dijanjikan klub itu di situs web-nya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai kami tampil di layar untuk 'menyerang' Trump secara lawak dengan 'The Producers' versi kami sendiri, ini adalah hal terbaik selanjutnya," tutur Fathelbab. Ia melanjutkan, lebih baik melawan "Trump dan mental anehnya" sekarang ketimbang saat ia sudah menjadi Presiden AS kelak.
Fathelbab mengatakan, permintaan membuktikan kemusliman seseorang adalah hal yang bodoh. Ia sendiri tidak berekspektasi ada banyak orang yang akan mengantre di luar klub untuk membacakan Al-Fatihah dan masuk secara gratis untuk menonton lawak.
Mengaku sebagai komika muslim, Fathelbab tidak pernah malu atau minder. Ia dilahirkan di Brooklyn dan dibesarkan di keluarga muslim yang merupakan imigran dari Mesir. Namun, ia masuk sekolah Katolik dan tinggal di kawasan Yahudi Ortodoks. (rsa)