Tak terhitung lagu cinta yang pernah mereka nyanyikan, dari milik sendiri sampai cover version penyanyi lain. Yang paling gres, keduanya berkonser bersama, pada November 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ketemu di belakang panggung," Afgan menegaskan. "Setelah manggung waktu itu, lalu kami berpikir bahwa kami harus duet!"
"Kami sih sebentar ya buat lagunya, cuma dua jam. Waktu itu, kami dibantu sama Adrian Rahmat Purwanto," ujar Yaya, demikian Raisa akrab disapa oleh orang-orang terdekatnya.
Hal yang menghambat perilisan lagu ini sebenarnya sepele: padatnya jadwal kedua solois. Akhirnya, pada 2014, mereka memutuskan serius menggarap lagu tersebut.
"Kami punya agenda masing-masing, sebenarnya kita nggak mau maksain ketika kami masih punya proyek masing-masing," kata Yaya. Akhirnya, kami ketemu di waktu yang pas dan akhirnya kami rilis November lalu."
"Tahun 2014, kami bertemu dan mengatakan bahwa sayang kalau lagu ini tidak direkam. Akhirnya, kami rekam lagu ini dan jadi Percayalah," ujar Afgan sembari melirik Raisa.
Lagu Percayalah yang diaransemen oleh Ari Aru Renaldi ini bercerita tentang cinta sejati. Lagu ini sudah sering dibawakan Raisa dan Afgan di sejumlah acara di beberapa stasiun televisi.
"Lagu ini bercerita tentang cinta yang mendalam. Bukan semata-mata tentang pernikahan tapi tentang perasaan dua orang yang saling mencintai," papar Afgan.
"Proses pembuatan lagu ini juga seru banget, tiba-tiba melodinya datang dan mengalir begitu saja. Alhamdulillah, hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan," ia menambahkan.
Nantinya, lagu Percayalah ini akan masuk ke dalam masing-masing album solo Afgan maupun Raisa, yang sampai saat ini belum diketahui jadwal perilisannya.
Di sela konferensi pers, video musik Percayalah diputar untuk awak media massa. Tampak Raisa dan Afgan "disulap" menjadi anak SMA lagi, memakai seragam putih dan abu-abu.
Mereka terlihat seperti dua sejoli yang sedang memadu kasih di sekolahan, seperti kebanyakan remaja yang baru mengenal cinta monyet.
Dalam video musik itu, keduanya menunjukkan emosi yang kuat, seolah Afgan menemukan permaisurinya. Begitu pula Raisa, seperti bertemu sang pangeran idamannya.
Dikatakan Afgan, lima puluh persen adegan di video musik itu adalah kejadian nyata. Namun ia tak bersedia merinci lebih jauh, adakah nyata dengan Raisa atau gadis lain.
Raisa tak lain adik kelas Afgan di SMAN 34 Jakarta. Usia keduanya terpaut satu tahun. Meskipun dulu tidak berteman, tapi Afgan mengaku sudah mengidolakan suara Raisa.
Kebetulan semasa SMA, wanita 25 tahun ini bergabung kelompok paduan suara sekolah. Setelah sama-sama beranjak dewasa, Afgan bertemu Raisa dan saling bertukar cerita, juga bernostalgia.
Bagi Raisa sendiri, ini merupakan kali pertama dirinya berduet dengan solois lain. Karena belum terbiasa, Raisa mengakui adanya kesulitan.
"Saya harus membiasakan membagi porsi ketika nyanyi, agak susah ketika saya harus nyanyi tinggi," Yaya menceritakan. "Kami berharap bahwa lagu ini bisa diterima oleh masyarakat dan penikmat musik Indonesia."
(vga/vga)