Saat tampil dalam acara CNN Indonesia Music at Newsroom pada Rabu (16/12), grup band Slank pun membenarkan hal tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi mengatasi keruwetan daftar lagu yang akan dibawakan dalam konser, mungkin Slank bisa meniru Coldplay, yang berencana membuka permintaan lagu dalam setiap konser.
Awalnya karena sang pentolan, Chris Martin, kebingungan harus mencantumkan lagu apa saja dalam daftar lagu mereka di setiap konser.
Akhirnya manajemen Coldplay memutuskan untuk bertanya langsung kepada penonton konser, lagu apa saja yang ingin dibawakan.
"Mungkin akan seperti sesi permintaan lagu," kata Martin, ketika diwawancarai oleh The Sun.
"Kami akan bertanya kepada penonton judul lagu dan alasan mengapa lagu itu harus kami bawakan," lanjutnya.
Martin tidak akan menodongkan mikrofon kepada satu-satu penonton di konsernya. Sesi permintaan lagu itu akan disaring melalui ruang khusus yang berisi kamera video.
"Di dalam ruangan tersebut mereka bisa meminta lagu dan menyatakan alasannya. 'Tolong putarkan lagu ini untuk Helen di Bolton yang teringat akan ayahnya.' Itu salah satu contohnya," ujar Martin.
Sama seperti Slank, Coldpay senang-senang saja jika harus membawakan lagu lama seperti Yellow, Shiver atau Scientist dalam setiap penampilannya.
Mereka bahkan mengaku akan membawakan lebih banyak lagu lama dalam rangkaian konser A Head Full Of Dreams pada Juni 2016.
"Kami senang jika harus membawakan lagu lama. Dalam tur ini akhirnya kami dibolehkan membawakan beberapa lagu populer yang juga kami gemari," kata Martin.
[Gambas:Youtube] (ard)