Sebagaimana dilansir NME, sebenarnya para dokter pun melarang sang penabuh drum untuk beraksi di acara yang merupakan bagian kampanye #GiveTheDrummerSomeResidency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyelesaikan aksinya, tidak ada konfirmasi apa pun terkait kondisi tubuh Barker. Tetapi, via akun Facebook-nya, ia menegaskan keadaan dirinya baik-baik saja.
"Tim medis meminta saya tidak manggung dan siap membawa saya ke rumah sakit secepatnya, namun saya bilang tetap bermain sampai saya pingsan, muntah, atau mati."
Ternyata, ada alasan "mengharukan" di balik keteguhan hati Barker untuk tetap manggung: ia tidak ingin mengecewakan para penggemar yang sudah mendamba dirinya beraksi!
"Saya bertemu sebagian besar kalian ketika sound check, ada yang dari Mexico, Australia, dan lain-lain. Tidak mungkin saya mengecewakan kalian, saya berhasil menyelesaikan penampilan saya dan saya mengapresiasi semua rasa cinta."
Sementara itu, tahun 2016 akan menjadi tahun yang sangat sibuk bagi Barker, juga grup musik punk rock-nya, Blink-182. Belum lama ini, dikabarkan bahwa grup musik punk beranggotakan tiga orang itu akan merilis album baru pada tahun ini.
Hal ini "dikonfirmasi" oleh Travis Barker lewat foto yang diunggah di akun Instagram. Seolah mengisyaratkan kerja bareng sang penggebuk drum Blink-182 dengan personel grup band Antemasque, Omar Rodriguez-Lopez dan Cedric Bixler-Zavala.
(fad/vga)