Namun itu tidak menghalangi sang pelantun Listen untuk berkarya di bidang perfilman. Dilaporkan The Sun dan dikutip dari Telegraph, ia berencana menulis dan membintangi film tentang Saartjie Baartman.
Baartman merupakan perempuan berdarah Afrika yang dikenal berbokong besar. Ia dipamerkan ke seluruh Inggris Raya oleh seorang bernama Hendrik Cezar sekitar tahun 1810 sampai 1814. Belakangan ia dikenal dengan sebutannya, "The Hottentot Venus."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memilih mengaku bahwa dirinya bahagia dipamerkan, dan mendapat bagian dari keuntungan yang didapat Cezar. Tidak jelas apakah Baartman benar-benar bahagia atau dipaksa pura-pura bahagia. Yang jelas, ia tak mendapat bayaran atas hidupnya itu.
Baarrtman meninggal sekitar usia 25 tahun pada 1815 karena sebuah penyakit. Tubuhnya kemudian dibedah secara terbuka dan bisa disaksikan publik, oleh Georges Cuvier, ahli sains terkenal. Tubuh Baartman pun kembali dipamerkan di Paris, Perancis.
Bertahun-tahun kemudian, cerita Baartman mendapat perhatian lebih. Banyak buku menulisnya. Pun beberapa analis berupaya mengungkap bagaimana tubuh kulit berwarna, terutama perempuan, bisa didehumanisasi.
Namun di era sekarang, "hiburan" semacam itu kembali muncul. Lihat saja bagaimana dua tahun lalu Kim Kardashian menghebohkan dunia maya dengan foto dirinya di sampul majalah Paper. Bergaun hitam, ia meletakkan gelas di bokong dan menumpahkan sampanye.
Itu mengingatkan pada karikatur Baartman abad ke-19. Namun dalam artikel tentang Kim itu Cleuci de Oliveira menulis, ada bedanya antara memang ingin memamerkan "aset" tubuh dengan menjadi korban seperti Baartman.
Entah perspektif mana yang nanti bakal dipakai Beyonce, yang mendeklarasikan dirinya sebagai feminin. Yang jelas, film tentang Baartman tak bisa dipandang secara sederhana dan digarap sekadar untuk mendapat anggukan dari insan film semata. (rsa/vga)