Ulasan Film

Pencarian Asa Fotografer dan Artisnya dalam Film 'Life'

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2016 14:46 WIB
Pencarian Asa Fotografer dan Artisnya dalam Film 'Life' Secara keseluruhan, menonton film Life berarti menikmati akting dan dialog pemainnya, walau belum banyak orang yang bisa betah menikmati film seperti ini. (Dok. Barry Films Production)
Jakarta, CNN Indonesia -- Banyak aktor berwajah tampan, tapi tidak banyak yang memiliki kepribadian seorisinal James Dean.

Sayangnya, waktu Dean di dunia sangat singkat, hanya 24 tahun, karena ia tewas dalam kecelakaan mobil di California pada 1995.

Tapi kita patut berterima kasih kepada Dennis Stock, seorang fotografer agensi foto Magnum Photo yang sempat mengabadikan sosok Dean.


Foto esai Stock mengenai Dean sempat dimuat di majalah Life berjudul Moody New Star. Ketika itu, Dean memang belum seterkenal sekarang dan memiliki kepribadian yang kurang bisa diterima oleh industri hiburan.

Dari foto-foto Stock terlihat kalau sosok Dean sangat menawan saat melakukan apapun, bahkan ketika mengisap sebatang rokok.

Hal itulah yang Anton Corbijn (Control, The American) coba hidupkan di layar lebar dalam film Life. Penayangan perdana film Life pun telah dihelat oleh Cinemaxx di fX Mall pada Selasa (5/1).

Tokoh utama dalam film ini ialah Robert Pattinson (Twilight, Cosmopolis, Bel Ami) dan Dane DeHaan (Lawless, Metallica Through the Never, The Amazing Spider-Man 2).

Pattinson memerankan karakter Stock sementara DeHaan memerankan Dean.

Selama 111 menit, Corbijn mencoba menjabarkan kisah di balik foto-foto masyhur Stock tentang Dean, berikut sisipan drama mengenai karier dan kehidupan Dean.

Jika ada yang mengira film ini mengenai Dean atau Stock, maka dugaan itu kurang tepat. Sepanjang film, tidak jelas siapa yang jadi tokoh utama, karena porsi masalah Dean dan Stock kurang lebih sama.

Dean bermasalah dengan manajemen dan industri hiburan yang mengekang tindak-tanduk pemberontaknya, sementara Stock bermasalah dengan kebosanannya sebagai fotografer karpet merah.

Keputusan Corbijn meluluh lantakan batasan dalam film drama juga tidak hanya soal pemeranan.

Corbijn membuat alur dalam film ini datar, cenderung membosankan, penuh ketidakpastian aksi dan pencapaian. Padahal Corbijn sudah pernah membuat film bertema sama dengan alur yang lebih awam dalam film Control.

Tapi setelah diamati lebih lanjut, mungkin seperti itulah kehidupan Dean dan Stock alami: datar, cenderung membosankan, penuh ketidakpastian aksi dan pencapaian.

Satu-satunya hal yang bisa dibilang aksi mendebarkan ialah ketika Dean dan Stock berdialog tentang foto serta ketika Stock membidik lensa untuk memotret Dean.

Ada momen antara Dean dan Stock di masa lampau yang berhasil dihidupkan kembali oleh Pattinson dan DeHaan di masa kini.

Momen persahabatan yang emosional antara fotografer yang ingin cepat mendapatkan foto agar ia bisa mendapatkan uang untuk menghidupi anaknya dan artis yang sudah terlalu malas berbasa-basi demi mengembangkan kariernya.

DeHaan, walau tidak semirip fisik Dean yang asli, mampu menjadi sosok penggerutu, pecinta, penyendiri. 

Sedangkan Pattinson, perlahan mampu melepaskan sosok Edward Cullen, jika tidak ingin dibilang kurang berhasil memerankan sosok Stock.

Film Life dibuat dengan dana sebesar US$15 jutaan dan mendapat keuntungan dari pemutarannya di seluruh dunia sebesar US$934 ribuan.

Situs film IMDB memberikan rating 6,2 sementara situs Rotten Tomatoes memberikan rating 60 persen untuk film ini.

Secara keseluruhan, menonton film Life berarti menikmati akting dan dialog pemainnya, walau belum banyak orang yang bisa betah menikmati film seperti ini.

Film yang dibuat untuk memperingati hari ulang tahun Dean ini juga rasanya patut ditonton bagi yang ingin berkenalan dengan sosok si Moody New Star.

[Gambas:Youtube] (ard/ard)