Setelah menebar kebaikan di bidang edukasi, berikutnya mereka siap menggelar drama musikal Rentak Harmoni di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 30 Januari 2016.
Seluruh keuntunganya akan didonasikan kepada Iuran Publik GIM, salah satu skema pendanaan Indonesia Mengajar selain donatur perorangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rentak Harmoni mengisahkan sebuah negeri bernama Warita Dikara yang dibangun oleh kekayaan mimpi dan pemikiran warganya. Lewat dongeng rakyat, kearifan tersebut diturunkan dari satu generasi ke penerusnya, mendidik mereka untuk hidup dalam ketenteraman. Namun globalisasi menyerbu, merampas identitas diri, dan melunturkan nilai-nilai tradisional.
Anneke, alumnus Pengajar Muda angkatan ke-lima, menjelaskan, Rentak Harmoni diramu dari cerita yang dituturkan para alumni Pengajar Muda dari Sabang sampai Merauke. Didapatlah benang merah permasalahan di daerah tentang keinginan orang muda mempertahankan tradisi mereka di tengah gempuran globalisasi yang tak kenal ampun.
Seluruh pendukung acara ini adalah relawan hasil audisi dengan macam-macam latar belakang. Ada wirausahawan, pengacara, PNS, auditor, serta mahasiswa, namun tak ada yang bergelut di dunia seni secara profesional.
Pergelaran berdurasi 2,5 jam ini akan menampilkan 18 lagu dengan 18 koreografi. Semua lagu adalah produksi sendiri dan koreografi juga bikinan sendiri. Bakal ada 12 orang tim tari yang terlibat, 12 orang tim musik, dan 25 orang tim peran.
“Tak ada orang profesional tapi semuanya digarap secara profesional,” kata Astuti Kusumaningrum, sutradara Rentak Harmoni. “Kami ingin menggugah rekan-rekan yang terlibat dan hadir di drama musikal ini untuk memikirkan apa yang bisa mereka lakukan untuk pendidikan walaupun sederhana.”
Ini bukan yang pertama kali bagi alumni Pengajar Muda membuat pergelaran seni. Mereka bersama beberapa relawan pernah jadi juara favorit di acara Indonesia Menari 2014.
(sil/vga)