Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jasad Engeline ditemukan di pekarangan belakang kediaman ibu tirinya, Margriet Ch Megawe, beberapa bulan setelah dikabarkan hilang. Diduga, selama ini bocah malang berparas ayu ini menjadi korban kekerasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan jumpa pers di kawasan Pondok Indah, Jakarta, kemarin (7/1), Kinaryosih mengaku merasakan ada kedekatan emosi dengan karakter yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, “Ini diangkat dari kisah nyata, membuatku seakan merasakan situasi yang dialami.”
“Sebagai seorang ibu, saya kagum dengan kekuatan Hamidah sebagai ibu kandung dari Engeline,” ucap Kinar yang semula sempat meragukan tawaran bermain di film Untuk Angeline, apalagi perannya memang tak mudah. Setelah membaca skenarionya, barulah ia menerima.
”Saya selalu menangis setiap membaca skenario film itu," kata Kinar. "Hal itu sulit sekali untuk dihadapi, saya bisa gila jika itu terjadi kepada saya."
Kinar makin emosional saat bertemu empat mata dengan Hamida untuk pertama kali demi lebih mengenal karakternya. Ia mengenang, pertemuan itu diliputi rasa haru dan air mata.
“Menjalani perannya tidak sulit, namun saya takutnya terlalu lama tenggelam dan keterusan akan kesedihan yang dialami Hamidah,” kata Kinar.
Kinar mengingat momen penting yang tidak terlupakan. “Aku menanyakan dua pertanyaan penting, yaitu perasaan saat melahirkan Engeline dan saat kehilangannya."
Di sisi lain, Kinar merasa beruntung dan bersyukur menjalani peran sebagai ibu di dunia nyata. Kasih sayang untuk sang buah hati selalu bertambah dari hari ke hari.
"Jelas tambah sayang, karena aku dekat dengan anakku," kata mantan Wajah Femina. "Dan apa yang aku lakukan bersama suami untuk mendidik anak sepertinya berhasil."
(vga/vga)