Namun The Martian mampu membuktikan diri sebagai film musikal/komedi, di balik segala teori dan fasilitas fiksi ilmiahnya.
Dalam Golden Globe Awards ke-73, nama Matt Damon dipanggil ke atas panggung sebagai Aktor Film Musikal/Komedi Terbaik. Sebagai Mark Whitney, ia mengalahkan Christian Bale (The Big Short), Steve Carell (The Big Short), Al Pacino (Danny Collins), dan Mark Ruffalo (Infinitely Polar Bear).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi saya harus berterima kasih pada mereka. Bersiaplah untuk tidur," katanya.
"Saya sangat beruntung bisa bekerja sebagai aktor," ucapnya. "Saya sebenarnya membuat banyak film, tapi tidak banyak ia dilihat," ia melanjutkan dengan bercanda. The Martian termasuk salah satu filmnya yang sukses.
Film yang disutradarai Ridley Scott itu mengisahkan Whatney, yang dianggap tewas oleh krunya karena hilang saat badai terjadi di Mars. Seluruh krunya kembali, sedangkan Whatney ternyata tak meninggal.
Ia masih hidup dan bertahan sendirian di Mars, mencari bantuan untuk dirinya sendiri hidup maupun untuk kembali ke Bumi.
Seperti dalam Saving Private Ryan, Damon lagi-lagi menjadi aktor yang diselamatkan. Namun kali ini aktingnya jauh lebih "sempurna." Ia sukses memerankan sosok yang tak putus asa sekaligus memotivasi diri.
Dalam beberapa adegan, Damon seperti berakting sendiri. Ia di Mars hanya bersama komputer tempatnya merekam kegiatan sehari-hari. Namun ia sukses membuat film itu tidak "mati gaya." Dengan dialog cerdas dan lucu, ditemani lagu-lagu menarik, Damon berhasil menghidupkan film fiksi ilmiah yang identik dengan membosankan itu.
Meski dirinya mengungkapkan beberapa teori, termasuk bagaimana membuat air dan menanam kentang bahkan dari kotoran manusia, Damon tetap membuat suasana menjadi lucu. (rsa)