Namun, tidak semua orang merasa terhibur. Komunitas LGBT di Amerika Serikat, GLAAD, merasa tersinggung ketika Gervais membuat lawakan mengenai Caityln Jenner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Caitlyn Jenner menjadi panutan bagi kaum transgender. Ia membuktikan kalau keberanian bisa menghancurkan stereotip," kata Gervais.
Setelah acara berlangsung, GLAAD menulis cuitan bernada protesnya kepada Gervais.
Mereka merasa kalau Gervais 'mengambil keuntungan' dari lawakannya tentang kaum transgender.
"Hey Ricky Gervais. Ini sudah tahun 2016. Lawakan tentang kaum transgender sudah ketinggalan jaman," tulis GLAAD.
Gervais mengetahui kalau lawakannya dikritik. Dilansir dari NME pada Selasa (12/1), ia menulis pernyataan tandingan di Facebook.
"Membuat lawakan tentang Caitlyn Jenner berarti menyinggung kaum transgender, sama seperti membuat lawakan tentang Bill Cosby yang menyinggung isu rasisme," tulis Gervais.
"Memandu acara Golden Globes membuat saya ingin membuat acara stand-up pada tahun depan. Mungkin ini yang bisa membuat Anda tersinggung," lanjutnya.
Tahun ini ialah kali keempat Gervais memandu Golden Globes. Sebelumnya ia memandu acara pada 2010 hingga 2012.
Pada 2013, Gervais sempat digantikan oleh Tina Fey dan Amy Poehler.
Sebelum Golden Globes 2016 digelar, Gervais memang sudah berjanji akan membuat 'berang' para tamu undangan dengan lawakannya.
(ard)