Ketika itu, Gervais melontarkan guyonan seputar perubahan jati diri dari Bruce Jenner menjadi Caitlyn Jenner, setelah sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban pengendara mobil lain.
Semula orang mengira guyonan Gervais tak akan menyinggung perasaan Jenner, karena toh cuma guyonan. Namun ternyata transgender 66 tahun itu tak bisa cuek. Sebaliknya, ia murka terhadap Gervais, juga panitia Golden Globes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan menyelesaikan masalah ini," Jenner menegaskan. Sang mantan atlet tak terima dirinya menjadi bahan guyonan Gervais yang mengaitkan soal kecelakaan lalu lintas dengan perubahan identitas menjadi wanita.
Tidak hanya Caitlyn, kritikan juga diarahkan oleh Gay and Lesbian Alliance Against Defamation (GLAAD), kelompok kaum lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) di Amerika Serikat, kepada si kocak Gervais.
Mereka merasa Gervais "mengambil keuntungan" dari lawakannya tentang kaum transgender. Mereka menyatakan, "Hey, Ricky Gervais. Ini sudah tahun 2016. Lawakan tentang kaum transgender sudah ketinggalan zaman."
Tapi bukan Gervais namanya bila takut dikritik. Setelah menyimak pernyataan yang dilontarkan GLAAD, Gervais pun membalas melalui akun Facebook-nya. Ia berkelit dengan gaya cuek khasnya.
"Membuat lawakan tentang Caitlyn Jenner berarti menyinggung kaum transgender, sama seperti membuat lawakan tentang Bill Cosby yang menyinggung isu rasisme," tulis Gervais.
"Memandu acara Golden Globes membuat saya ingin membuat acara stand-up pada tahun depan. Mungkin ini yang bisa membuat Anda tersinggung," ia menambahkan.
Tahun ini adalah kali ke-empat Gervais memandu Golden Globes. Sebelumnya, ia memandu acara ini pada 2010 hingga 2012. Pada 2013, Gervais digantikan oleh Tina Fey dan Amy Poehler.
Sebelum acara Golden Globes 2016 digelar, Gervais memang sudah bertekad bakal membuat "berang" para tamu undangan dan pesohor dengan lawakannya.