“It is my honor to announce that #assassinscreedmovie last shot was taken minutes ago! Congratulations guys!!!” Aymar menuliskan keterangan yang menyertai foto segenap tim berlatar chroma key atau layar hijau.
Tampak di foto itu, Michael Fassbender, sang pemeran utama, berkaus putih dan berdiri di tengah sembari memegang papan film. Cuitan Aymar ini segera dicuitkan ulang oleh Ubisoft, pengembang game Assassin's Creed.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak heran bila Assassin's Creed versi layar lebar menanggung beban berat: mendapat ulasan sepositif versi game-nya. Film Assassin's Creed diharapkan bisa mendobrak tembok pandangan negatif film dari game.
“Kami mengupayakan sesuatu yang istimewa,” kata Fassbender, dikutip IB Times, belum lama ini. “Kami yakin, keseluruhan konsepnya istimewa. Kami bertekad memberikan yang terbaik semampu kami.”
Fassbender sadar, para penggemar bakal sangat antusias menyambut Assassin's Creed versi layar lebar. Mereka berharap film yang dibintanginya ini dibuat spesifik, lengkap dengan akurasi dan detail sejarah.
“Kami merangkum segala elemen yang menyenangkan,” kata aktor pemeran pembunuh bayaran tanpa kekuatan super Callum Lynch sekaligus produser film Assassin's Creed. “Kami bekerja keras menjadikan film ini istimewa.”
Sebelumnya, dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Fessbender mengungkapkan rasa bahagianya menjadi bagian dari film ini. Selain istimewa, Fassbender juga menyebut film Assassin's Creed “luar biasa, mendidik dan orisinal.”
Film Assassin's Creed disutradarai Justin Kurzel, juga dibintangi aktor Jeremy Irons dan Marion Cotillard. Film ini siap tayang di Amerika Serikat, pada 21 Desember 2016, dan lima hari kemudian di Inggris Raya. (vga/vga)