Sebagaimana dikabarkan sebelumnya, daftar nominasi Oscar tahun ini didominasi pegiat film berkulit putih. Beberapa pegiat film berkulit hitam pun melancarkan protes, bahkan tak sedikit yang memboikot.
Kini, protes seputar sentimen gender juga dialamatkan kepada panitia Oscar. Salah satunya oleh aktor Sir Ian Murray McKellen, pemeran Gandalf di trilogi The Lord of The Rings, yang memang homoseksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesempatan meraih Oscar untuk perannya yang ikonik sebagai Gandalf di seri pertama The Lord of The Rings pun pupus. Lagi-lagi, ia harus mengalah kepada aktor lain, yakni Jim Broadbent, pemeran film Iris.
“Ini bukan sekadar orang berkulit hitam yang tak dianggap di industri film,” kata McKellen kepada Sky News, dikutip EW. Lebih dari itu, juga menyangkut kaum wanita dan homoseksual, makanya protes meluas.
Dalam wawancara dengan The Guardian, McKellen menyatakan, seharusnya Oscar merefleksikan wajah dunia saat ini. Sejauh ini belum pernah ada aktor homoseksual yang meraih penghargaan Aktor Terbaik Oscar.
“Tak ada aktor homoseksual yang memenangkan Oscar. Saya menduga, ini [penyebabnya] antara prasangka atau kesempatan,” kata McKellen yang telah dua kali mendapat nominasi Oscar, dikutip The Guardian.
Tom Hanks, Philip Seymour Hoffman, Sean Penn pernah memenangkan Oscar setelah memerankan karakter homoseksual. “Alangkah pintarnya,” McKellen menyindir. “Coba beri saya Oscar untuk peran pria heteroseksual.”
Menurut McKellen, sistem pemungutan suara Oscar selama ini tidak tepat sasaran. Ia menilai, jikapun pegiat film berkulit berwarna akhirnya berhasil meraih Oscar, bisa jadi karena ada kekhilafan.
(vga/vga)