Sang supermodel asal Somalia tampak chic dalam balutan celana jeans, serta jaket dan kacamata hitam. Iman tak sendirian melintasi trotoar, melainkan ditemani anjing kesayangannya.
“Iman tampak baik-baik saja,” kata sebuah sumber kepada E! News, baru-baru ini. “[Belakangan ini] ia menghabiskan waktu bersama putri semata wayangnya dan tetap menyibukkan diri.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini, orang-orang terdekat dan para penggemar masih berduka kehilangan sang musisi nyentrik legendaris. Kepada mereka, Iman mengucapkan terima kasih via akun Instagram.
Iman dan Bowie menikah pada 24 April 1992, dan memiliki putri tunggal Alexandria Zahra Jones (15 tahun). Iman juga menjadi ibu tiri bagi Duncan Jones, putra Bowie dari pernikahan pertama.
Secara rinci, warisan Bowie berupa harta senilai lebih dari US$100 juta. Sebanyak 50 persen warisan tersebut akan jatuh ke tangan Iman dan dua anaknya, termasuk apartemen di kawasan mewah Manhattan.
Duncan, anak Bowie dari pernikahan sebelumnya dengan Angie Bowie, yang kini berkarier sebagai sutradara film, menerima bagian warisan sebanyak 25 persen.
Begitu juga Alexandria. Tidak hanya uang, Alexandria juga akan menerima rumah di Little Tonshi Mountain, Woodstock.
Selain anggota keluarga sendiri, Bowie juga membagikan warisan kepada asistennya, Corinne Schwab sebanyak US$2 juta dan kepada perawat anaknya, Marion Skene, sebanyak US$1 juta.
Menurut data yang diterima pihak pengadilan New York, surat wasiat Bowie ditulis pada 2004.
Laman New York Times, baru-baru ini mengabarkan, tidak ada nama Bowie tertulis dalam surat wasiat setebal 20 halaman itu, melainkan nama aslinya, David Robert Jones. Maka nama dokumennya: Last Will and Testament of David R. Jones.
Dalam surat wasiatnya, Bowie juga ingin menjadikan Bali sebagai tempat peristirahatan terakhir, di mana jasadnya dikremasi dan abunya ditebar dalam ritual Buddha. Tapi karena tak memungkinkan, ia dikremasi di New Jersey pada 12 Januari lalu.
Bowie memang sangat mencintai Bali. Vilanya di Kepulauan Karibia terinspirasi arsitektur Bali dan Jawa. Sayang, vila ini kadung dijual, beberapa tahun lalu. Padahal Bowie sempat menyatakan kecintaannya pada vila ini.
“Saya ingin sesuatu [yang berbeda] sebisa mungkin tak seperti Karibia, karena ini adalah pulau fantasi, Mustique,” kata Bowie, yang sudah menjelajah Bali sejak 1980-an, dalam wawancara dengan Architectural Digest, pada 1992.
(ard/vga)