Lamar mendapatkan beberapa nominasi, di antaranya Album Terbaik, Album Rap Terbaik, Lagu Terbaik, Penampilan Rap Terbaik, dan lain-lain. Di usianya yang masih muda, 28 tahun, itu adalah pencapaian yang membanggakan.
Melalui album musik bertajuk To Pimp a Butterfly, rekan kolaborasi Taylor Swift di lagu Bad Blood ini merajalela di ajang penghargaan termegah di Amerika Serikat tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Grammy] itu lebih besar dibandingkan dengan saya. Ketika kita memikirkan Grammy, hanya Lauryn Hill dan Outkast yang pernah meraih penghargaan Album [Rap] Terbaik. Jika saya menang, ini akan menjadi hal besar untuk budaya hip hop," ia menceritakan dengan penuh ambisi.
"good kid, m.A.A.d. city adalah sebuah kerja yang baik, namun itu bukan album terbaik saya. To Pimp A Butterfly adalah karya yang cukup baik. Saya membicarakan tentang koneksi di antara album itu."
Ajang Grammy Awards ke-58 akan dihelat di Microsoft Theatre, Los Angeles, pada 15 Februari mendatang. Dalam ajang itu, pianis jazz jenius asal Indonesia, Joey Alexander, akan tampil dalam upacara pembukaan.
Dibandingkan dengan Kanye West, Outkast, atau Lauryn Hill, Lamar masih terbilang baru di industri musik hip hop. Pelantun lagu Alright itu baru menjajaki industri dunia hiburan pada 2003 lalu.
Walau demikian, Lamar harus berbangga diri. Presiden Amerika Serikat Barack Obama, mengaku sangat menggemari lagu-lagunya.
Dilansir dari NME, belum lama ini, Obama menyatakan lagu Lamar yang berjudul How Much A Dollar Cost adalah kesukaannya. Lagu tersebut masuk dalam album Lamar yang berjudul To Pimp A Butterfly.
Jika Obama menyukai lagu milik Lamar, maka sang istri, Michelle Obama, menyukai lagu dari Mark Ronson yang berjudul Uptown Funk. (vga)