Pria berdarah Ambon ini sudah menelurkan album-album bertemakan cinta sejak 1998.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berselang empat tahun, pria yang telah berusia 40 tahun ini merilis album ke-duanya yang berjudul Kembali.
Kepopuleran Glenn pun berlanjut di album ke-tiga, dengan lagu Januari yang menjadi andalan.
Bisa dibilang, lagu cinta menjadi semacam "trademark" Glenn dikenal sebagai musisi papan atas.
Berbekal lagu cinta, ia pun berhasil menyabet penghargaan dalam kategori Lagu Terbaik dan Penyanyi R&B Pria terbaik di ajang Anugerah Musik Indonesia 2001.
Bakat Glenn dilirik oleh musisi lain yang lantas meminang dirinya untuk berkolaborasi. Tercatat, Glenn sempat berkolaborasi dengan Erwin Gutawa lewat album bertajuk Salute to Koes Ploes/Bersaudara. Glenn menyumbangkan suara emasnya dalam dua lagu.
Selain Erwin Gutawa, ia juga sempat berkolaborasi dengan Tohpati dan Ras Muhamad.
Baru beberapa tahun belakangan ini, Glenn mengembangkan karier musiknya bersama Sandhy Sandhoro dan Tompi dengan membentuk grup Trio Lestari.
Pada Mei mendatang, Glenn berencana merilis album barunya di Belanda sekaligus memenuhi undangan konser di sana.
Tidak hanya itu, ia juga sedang menggodok ide untuk film musikal bersama Trio Lestari. Namun, film musikal itu bukan film pertama Glenn.
Sebelumnya Glenn telah mengasah kemampuannya menjadi produser lewat film Cahaya dari Timur: Beta Maluku dan Surat dari Praha. Selain menjadi produser, tentu saja Glenn juga mengisi lagu temanya.
Karya, kehidupan, prestasi hingga pandangan politik Glenn sangat menarik untuk diperbincangkan.
Oleh karena itu, CNN Indonesia.com mengundang sang pemilik segudang bakat hadir di acara Music at Newsroom untuk bercerita lebih lanjut mengenai mimpi-mimpi besarnya bagi industri musik dan film di Indonesia.
Saksikan tayangan ulang CNN Indonesia.com Music at Newsroom pada Rabu (3/3) pukul 14.00-15.00 WIB hanya di www.cnnindonesia.com!
(ard)