Setidaknya 89 orang tewas ketika beberapa pria bersenjata masuk ke gedung tersebut dan menembaki seluruh pengunjung yang sedang menyaksikan konser Eagles of Death Metal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak gedung berjanji akan mengerahkan segala kekuatan untuk menyelesaikan renovasi itu di akhir tahun. Tak hanya itu, mereka berharap bahwa gedung itu dapat menyajikan pertunjukan musik pada 2016.
"Le Bataclan akan segera dibuka kembali. Itu sudah jelas. Hati kami akan sangat sedih untuk beberapa bulan, beberapa tahun. Namun kami akan membuka kembali gedung Le Bataclan, kami tidak akan putus asa!"
Pada malam nahas itu, personel sekaligus pentolan band Eagles of Death Metal, Jesse Hughes, mengaku sempat berhadapan langsung dengan para terorisme.
Kata Hughes, seperti dilansir Reuters, segera setelah mendengar berondongan senjata, ia langsung berlari ke belakang panggung. Ia berniat mencari kekasihnya yang saat itu menunggu di ruang ganti. Namun, ia tak menemukan sang kekasih di sana. Hughes pun berlari ke jalan masuk menuju ruangan besar di gedung.
Saat itulah ia berhadap-hadapan dengan sang penembak. "Dia berbalik pada saya, membawa senjatanya dan larasnya menabrak pintu," ujarnya. Tanpa pikir panjang Hughes langsung berlari turun, melompati beberapa anak tangga sekaligus dan melewati pintu keluar. Di sana, ia menemukan kekasihnya.