Diakui keempat personelnya—David Bayu Danangjaya (David, vokal), Mohammad Amil Hussein Alhajri (Emil, bass), Fajar Endra Taruna (Jarwo, gitar), dan Franki Indrasmoro Sumbodo (Pepeng, drum)—ini merupakan pembuatan album terlama yang pernah mereka jalani sepanjang 20 tahun bermusik.
Emil menyebut, lamanya proses pembidanan album yang masih dirahasiakan judulnya itu disebabkan jadwal dua personel yang bentrok. Selain soal waktu, ada juga faktor lain di luar grup yang menyebabkan pembuatan album kian molor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emil menjelaskan, saat ini, 90 persen musik dasar album terbaru mereka sudah siap. Hanya saja masih perlu penambahan sedikit aksesori di beberapa tempat. David menimpali, kini para personel Naif sedang bersemangat untuk segera merampungkan album ke-tujuh.
"Karena rilisnya nanti enggak seperti yang biasanya. Kami bakal rilis sekalian konser. Dan penonton konser itu yang akan mendapatkan edisi khusus album yang baru," ujar David.
Rencana pembuatan format khusus itu, diakui Emil, juga menjadi salah satu penyebab mundurnya jadwal rilis album mereka. Terlebih, ada salah satu lagu yang Naif bakal dibuat dengan format rekaman live.
"Kami belum selesai mastering. Baru tiga bulan ini paling selesai. Kayaknya, Lebaran tahun ini belum bisa rilis. Agak sulit untuk mempercepat, karena hari Senin-Kamis itu sudah punya David sama Pepeng," kata Emil.
Dia menceritakan, proses rekaman yang mereka jalani beberapa tahun belakangan ini tidak dilakukan dengan berbarengan. Formasi lengkap di studio rekaman hanya terjadi pada saat pre-recording.
"Tiap minggu sih pasti ada waktu buat ketemu untuk intens bahas musik, tapi pas take-nya sendiri-sendiri," ujarnya.
Mengenai konten terbaru di album mendatang, David mengatakan, album baru mereka akan kembali menunjukkan kesederhanaan khas Naif. Dia pun menyebut album ke-tujuh ini merupakan cara Naif kembali ke asal mereka.
"Bikin ruwet sesuatu itu lebih mudah daripada bikin yang sederhana. Album ke-tujuh ini kita sudah seperti kembali ke fitrahnya," katanya.
"Bikin sesuatu yang sederhana itu sebenarnya eksperimen juga," timpal Pepeng. (meg/vga)