Tolokonnikova mengatakan hal tersebut setelah tersiar berita yang mengatakan kalau Trump ingin berhubungan lebih dekat dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, jika ia terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tolokonnikova bahkan meramalkan kalau akan terjadi bencana jika Trump terpilih sebagai Presiden AS.
"Semoga saya bisa ikut serta dalam mencegahnya," lanjutnya.
Pussy Riot adalah band punk asal Rusia yang populer pada Februari 2012.
Ketika itu mereka melakukan aksi protes menentang Putin di Gereja Moskow.
Atas kejadian tersebut, tiga personel Pussy Riot, Tolokonnikova, Maria Alyokhina dan Yekaterina Samutsevich, akhirnya dipenjara.
Samutsevich dibebaskan dua bulan kemudian, sementara Tolokonnikova dan Alyokhina masih harus mendekam di penjara selama lebih dari satu tahun.
(ard)