Reign lebih memilih menonton The Wood di Netflix, seperti pengakuannya pada Reuters. Ia bahkan berjanji akan berkicau di Twitter tentang film yang dibintangi tiga aktor kulit hitam yang ditontonnya.
Reign memang bukan selebriti tenar. Kedatangannya di Oscar tidak akan berpengaruh apa pun. Fakta bahwa ia menonton Oscar 2016 pun bukan hal yang terlalu dinanti. Namun Reign merupakan sosok di balik munculnya tagar fenomenal #OscarsSoWhite.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, ia mengakui tagar itu diciptakan hanya sekadar candaan belaka. Namun itu mendadak menjadi viral dan memunculkan perdebatan serta diskusi panjang soal rasialisme di industri perfilman Hollywood. Selebriti sampai mengumumkan boikot.
Spike-Lee, Jada Pinkett-Smith, dan Will Smith termasuk selebriti yang tidak akan menghadiri Oscar. Pebisnis Russell Simmons bahkan menggelar "Oscar Tandingan" bersama Fusions, bernama All Def Movie Awards. Di sana, pesta perfilman lebih "berwarna."
Berkat tagar yang dimunculkan Reign, AMPAS pun akhirnya berbenah. Presiden Oscar Cherryl Boone Isaacs mengatakan, per 2020 AMPAS akan menambahkan anggota dari kelompok-kelompok minoritas, termasuk tokoh selebriti kulit hitam.
"Academy hanya bisa mengunggulkan kualitas film yang dihasilkan. Jadi, beban ada pada Hollywood untuk membuat film di sana," Reign mengatakan.
Reign bukan hanya membuat tagar #OscarsSoWhite populer. Tagar #BlackTwitter16 dari acara yang dihadirinya Sabtu lalu pun termasuk tren di Twitter.
"Black Twitter telah berubah dari anggapan awal bahwa ia dinilai sebagai percakapan sembrono yang dilakukan orang-orang kulit hitam di malam hari. Sekarang perbincangan itu menjadi serius," kata Sherri Williams, profesor di Wake Forest University yang pada hari yang sama juga menjadi pembicara. (rsa)