Beruntungnya, hari ini masyarakat Indonesia yang ingin menonton Broadway tak perlu jauh-jauh ke New York.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan para pemain bandnya. Mereka tampil dengan tata rambut klimis, setelan jas rapih, sambil mengiringi ketiga solois wanita Tanah Air itu bernyanyi.
Lalu Aimee dan Andrea membawakan lagu berjudul Bewitched milik Ella Fitzgerald, ditemani alunan musik jazz lembut ala Negeri Paman Sam dari tahun 1940-an.
Lagu yang dibawakan Aimee dan Andrea berhasil menyihir suasana Java Jazz Hall dengan nuansa kemeriahan New York di malam hari.
Setelah itu, giliran Lea yang naik ke atas panggung, berjalan mengelilingi anggota The Ron King Big Band serta mendekat ke arah pengunjung, berlenggak-lenggok ditemani dentuman drum yang menantang untuk terus bergoyang.
Setelah itu, Aimee kembali ke atas panggung, ia mengatakan, "Andrea, di mana kamu? Temani aku di atas panggung ini, aku tak cukup terkenal di sini."
Andrea membalas, "Tenang Aimee, aku akan mengajari kamu dan semua di sini untuk menjadi terkenal."
Lagu berjudul Popular milik Mika pun langsung berkumandang.
Sama seperti Aimee, Andrea pun dengan centil bernyanyi, layaknya Frank Sinatra dan kekasihnya, Nancy Sinatra.
Setelah itu, tanpa jeda yang lama, Andrea melantunkan lagu I Only Have Eyes milik The Flamongos. Ia berduet dengan Lea yang memiliki suara lantang.
Terlihat nama-nama pelaku musik jazz di bangku penonton, seperti Dira Sugandi serta sang pendiri JJF, Peter F. Gontha.
Karena masih sore, Java Jazz Hall tidak terlihat penuh, namun Aimee, Lea, serta Madrea terlihat tak perduli dan terus memainkan lagu-lagu mereka dengan semangat.
Sebelum menutup penampilan mereka, ketiga biduan menyanyikan lagu berjudul You Could Drive milik Company, yang menceritakan tentang seorang pria jahil dan jahat bernama Bobby.
Ketika menyanyikan lagu itu, Aimee sempat mengajak penonton untuk berdiri, karena memang dentuman drum yang dimainkan oleh The Ron King Big Band seakan mengajak pinggul bergoyang.
Namun sayang, seluruh pengunjung sepertinya sudah melekat kuat dengan bangku mereka, sehingga ajakan Aimee tak digubris.
Sebelum menutup penampilan pertama di Java Jazz Hall itu, ketiganya mendekat ke bibir panggung dan secara kompak berdansa bersama, menggoyangkan pinggul dengan sensual dan mengundang teriakan penonton.
"Terima kasih semua! Berikan tepuk tangan yang meriah untuk seluruh anggota The Ron King Big Band!"
(ard)