Pada 2002 silam, sebagaimana diberitakan TIME, Rowling sempat mendonasikan bangku tersebut kepada National Society for the Prevention of Cruelty to Children, organisasi yang berupaya mencegah kekerasan terhadap anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bangku bersejarah tersebut bukan bangku kayu biasa, melainkan bangku yang sudah diberikan unsur "magis" oleh Rowling.
Di sisi lain bangku tersebut juga tertoreh pernyataan, "Saya menulis Harry Potter ketika duduk di bangku ini."
Tak hanya itu, Rowling sudah menandatangani bangku tersebut dan melukis gambar petir, sama seperti yang ada di kening tokoh fiksi Harry Potter.
Belum lama ini, sang novelis berumur 50 tahun menegaskan bahwa dirinya bakal menerbitkan seri terbaru petualangan Harry Potter.
Sebelum dirilis dalam bentuk novel, kisah terbaru Harry Potter itu hanya akan dipentaskan dalam pertunjukan seni oleh Jack Thorne dan John Tiffany.
Pengumuman besar ini datang pada Rabu (10/2), ketika situs Pottermore mengumumkan bahwa Harry Potter and the Cursed Child akan dicetak menjadi sebuah novel, setelah pertunjukan teaternya dilaksanakan di London, Inggris, pada 31 Juli mendatang.
"Kami sangat senang dapat mengumumkan peluncuran buku terbaru dari Rowling!" bunyi pengumuman di Pottermore.
Menurut Pottermore, Harry Potter and the Cursed Child akan berkisah mengenai kondisi sekolah penyihir Hogwarts setelah adanya peperangan besar di cerita sebelumnya, Harry Potter and the Deathly Hallows. (vga)