Terhitung, tahun ini merupakan perayaan Hari Musik Nasional yang ke-empat. Hingga saat ini, sudah banyak musisi Indonesia yang memiliki karya musik mengagumkan, bahkan sampai dikenal di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan hanya unsur senang-senangnya saja, bagi ayah dari penyanyi Gita Gutawa ini, Hari Musik Nasional harus memiliki esensi yang lebih dalam setiap tahunnya.
"Jika tidak, Hari Musik Nasional tidak akan berarti apa-apa. Karena untuk dikenal di industri musik luar Indonesia, mereka hanya mementingkan kualitas bukan selebrasi," lanjutnya.
Di sisi lain, sebagai pelaku musik Erwin juga merasa senang dengan adanya Hari Musik Nasional.
"Dalam konteks pelaku musisi saya merasa senang. Ada satu hari yang dirayakan berdasarkan profesi kita," kata Erwin.
Sependapat dengan Erwin, Nino, salah satu personel RAN, juga merasa senang dengan adanya perayaan ini.
"Intinya dalam satu tahun kita punya satu hari untuk mengajak orang-orang untuk menghargai dan mengapresiasi musik nasional, yang belum tentu diingat selama 365 hari dalam setahun," kata Nino.
Sebelumnya, Hari Musik Nasional sudah direncanakan sejak era kepemimpinan Presiden Megawati.
Tetapi, Hari Musik Nasional baru diresmikan oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 10 Tahun 2013.
Dalam Keppres tersebut dijelaskan bahwa Hari Musik Nasional dicanangkan karena musik adalah ekspresi budaya yang bersifat universal dan multidimensional, yang mempresentasikan nilai-nilai luhur kemanusiaan, serta memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
(ard)