Hal ini telah dikonfirmasi oleh pihak manajemen melalui situs web resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh jadwal konser di Atlanta, dan Madison Square Garden di New York, pada April, bakal dilakoni oleh penyanyi pengganti," mereka melanjutkan.
Pasalnya, pada tahun lalu, AC/DC berhasil menjadi grup musik yang menjual tiket konser terbanyak di dunia, yakni sebanyak 2.31 juta tiket terjual.
Sebagaimana diberitakan NME yang mengutip The Pulse of Radio, AC/DC berhasil meraup keuntungan US$180 juta melalui penjualan tiket-tiketnya selama 2015.
Walaupun jumlah tiket AC/DC lebih banyak terjual, Angus dkk belum dapat mengalahkan penghasilan Tay yang meraup US$250,4 juta dengan penjualan tiket sejumlah 2,27 juta.
Konser yang akan mereka lakoni di dua kota itu bisa menjadi rangkaian konser terakhir mereka. Rock or Bust juga disebut-sebut sebagai album musik terakhir, dan Brian pun siap pensiun.
Rock or Bust , yang dirilis pada 2014, berhasil menduduki peringkat tiga di daftar tangga lagu di Amerika Serikat dan Inggris, serta menduduki peringkat pertama di kampung halaman Australia.
Belum lama ini, dikabarkan bahwa sang drummer AC/DC, Phil Rudd, tertimpa masalah hukum. Pada Juli lalu, Rudd dikenakan hukuman tahanan rumah oleh pihak berwajib setelah diketahui memiliki narkoba berjenis meth dan ganja. Tidak hanya itu, Rudd juga diketahui melakukan ancaman pembunuhan terhadap seseorang.
Pengadilan telah menerima berkas laporan atas kasus ancaman pembunuhan yang dilakukan oleh Rudd.
Diketahui, Rudd telah memecat beberapa karyawannya setelah mengetahui penjualan album solonya, Head Job, tidak sukses di pasaran.
Ia pun meminta seorang oknum untuk membunuh salah satu karyawannya, dengan bayaran sebesar sekitar US$152 ribu, meski akhirnya eksekusi tersebut gagal dilaksanakan.
Dilansir dari 3 News, pengajuan keberatan Rudd sebelumnya juga telah ditolak dan ia kemudian menemui psikiatris untuk memperbaiki kesehatan mentalnya. (fad/vga)