Biasanya, sebuah grup band bakal memberikan gimmick atau atraksi unik saat manggung di luar negeri, jauh dari kampung halaman, agar lebih berkesan. Namun tidak demikian halnya Shaggydog.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau demikian, Heru tak mau ambil pusing. Selama mereka bisa menghibur, itu sudah lebih dari cukup bagi Heru dkk.
"Kami datang ke sana sebagai Shaggydog, dan tujuan utama kami adalah untuk menghibur mereka!" ia menegaskan.
Terlepas dari spekulasi itu, Shaggydog yakin bahwa pengunjung SXSW bakal ikutan joget ketika mendengar lantunan lagu ska dan reggae dari mereka.
"Masyarakat di sana pasti mengamati kami dulu, selama ketukan lagu kami asyik, mereka pasti joget, lirik enggak terlalu penting," paparnya.
Heru menambahkan, Shaggdog tak akan terlalu membawa embel-embel budaya ketika manggung di sana. Namun ada satu misi yang siap mereka lancarkan.
"Kami enggak terlalu mempromosikan budaya, tapi kami ingin mengajarkan masyarakat di sana bahasa Jawa!" ucapnya.
Tak hanya tampil, Heru mengaku bahwa segenap personel Shaggydog ingin menikmati suguhan musik dan film di SXSW.
"Kami ingin sekali nonton NOFX dan Deftones yang dijadwalkan manggung di sana juga," ia menceritakan.
Shaggydog bukan satu-satunya grup musik Tanah Air yang pernah meramaikan SXSW. Pada 2008 lalu, The SIGIT (Bandung) dan White Shoes & the Couples Company (Jakarta) pernah tampil di sana.
(fad/vga)