Sayangnya, saat ini kebanyakan acara musik di Kota Kembang hanya menampilkan band yang itu-itu saja. Kondisi ini terasa kurang baik, karena dapat menghambat lahirnya band-band baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Personel The SIGIT lainnya, Rekti, menambahkan kalau band-band baru lahir dari acara musik kecil, yang sering jarang mendapat sorotan.
Sependapat dengan Rekti, Acil juga menjelaskan bahwa konsisten dalam berkarya itu penting. Ia pun mengatakan bahwa The SIGIT tidak lahir dengan cara instan. Bahkan The SIGIT pernah ditonton oleh empat orang saja.
Tidak pernah lelah dalam membuat karya seperti yang dilakukan seperti The SIGIT dapat dicontoh. Apa yang mereka lakukan pun membuahkan hasil yang luar biasa. Seperti tampil di Australia dan tampil dalam acara South By Southwest di Texas.
"Kita bermusik bukan untuk beken, tapi emang kita suka. Semua dilakukan dari awal. Kita terbentuk 2002 baru bisa main di acara besar 2008, itu kan butuh waktu 6 tahun," tambah Rekti.
Adit menambahkan bahwa mereka pernah merasa drop karena The SIGIT tidak seperti yang mereka inginkan. Tetapi energi dari setiap personel membuat The SIGIT untuk tetap berjuang dan saat ini mereka menikmati perjuangan itu.
Rekti menambahkan, saat ini banyak band asal Bandung yang sangat potensial untuk menjadi besar. Di antaranya adalah Sigmun, The Slave dan Rusa Militan.
(ard/ard)