Tidak main-main, koleksi tersebut ditaksir bernilai hampir US$7 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebudayaan alternatif dan punk menjadi terlalu mainstream. Bukannya menjadi pergerakan untuk perubahan, punk malah menjadi museum pengenangan," kata Corre, melalui keterangan resmi yang dikutip dari The Independent, pada Kamis (17/3).
Tidak hanya pergerakan punk yang semakin melempem, Corre juga marah begitu mengetahui Kerajaan Inggris malah merestui berlangsungnya acara Punk London.
Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Kerajaan Inggris mengenai hal ini.
Tidak diketahui koleksi apa yang akan dibakar oleh Corre di perayaan di Camden, London, itu.
Namun banyak yang menduga koleksi yang akan dibakar ialah baju-baju berharga dan legendaris.
Sex Pistols menjadi simbol pemberontakan kaum akar rumput di Inggris sejak terbentuk pada 1975.
Lucunya, ketika Olimpiade London, lagu God Save the Queen pernah diperdengarkan, meski lirik lagu "facist regime" dipotong.
[Gambas:Youtube] (ard/vga)