Tidak hanya menyebar foto-foto Adele saat remaja, sang peretas juga menyiarkan foto-foto anak Adele yang kini berusia tiga tahun, Angelo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya terkejut dan kecewa ketika melihat foto-foto itu. Itu adalah foto-foto pribadi yang seharusnya tidak disebar. Hal ini harus segera dihentikan," kata sang penggemar.
Bulan lalu, ia menjelaskan alasannya tidak mau membagi foto anaknya, saat diwawancara oleh Vogue.
"Sangat sulit untuk menjadi anak dari orang yang terkenal. Bagaimana jika ia ingin merokok atau minum-minum sebelum umur yang diizinkan? Bagaimana jika ia gay? Bagaimana jika saya mengetahui semua itu?" kata Adele.
Hingga saat ini, belum diketahui siapa yang menyebarkan foto-foto pribadi Adele.
Adele pun belum buka suara mengenai kasus peretasan yang dialaminya.
Tapi sang peretas sepertinya harus was-was, karena tindak peretasan foto tidak akan luput dari mata hukum.
Diberitakan LA Times, seorang pria bernama Ryan Collins telah ditangkap dan dibuktikan bersalah atas tindakan kriminal cabul yang disebut The Frappening.
The Frappening ialah kasus penyebaran foto-foto bugil milik Jennifer Lawrence, Kate Upton, dan Kristen Dunst.
Collins dianggap mengingkari undang-undang terkait penyalahgunaan komputer.
Pengadilan Los Angeles memvonisnya, Selasa (15/3). Jaksa pengadilan setempat mengatakan, Collins menggunakan skema cyber phishing untuk mendapatkan nama pengguna dan kata sandi surat elektronik korbannya.
Tindakan menjijikan itu dilakukan Collins sejak November 2012 sampai September 2014.
(ard)