logo CNN Indonesia

Mencari 'Potongan' yang Hilang dari LSF

, CNN Indonesia
Mencari 'Potongan' yang Hilang dari LSF
Jakarta, CNN Indonesia -- Di mana sebenarnya potongan-potongan film yang hilang setelah karya itu masuk Lembaga Sensor Film (LSF)? Ternyata ada banyak penonton yang penasaran dan memutuskan mencarinya di internet.

Chairun Nissa termasuk yang penasaran. Ia lantas membuat film dokumenter yang berjudul Potongan. Film itu merekam perjalanan film Babi Buta yang Ingin Terbang dan The Act of Killing alias Senyap.

Sebelumnya, Babi Buta yang Ingin Terbang sudah diputar di beberapa festival film internasional, tapi justru ditolak oleh LSF. Senyap yang menjadi nominasi Oscar 2016 juga mendapat perlakuan sama.

"Awalnya saya berpikir, nasib potongan yang ada di LSF gimana. Saya memiliki rasa penasaran juga yang sama dengan Lab Laba-Laba. Akhirnya tertarik untuk membuat film ini," kata Nissa saat diwawancarai oleh CNNIndonesia.com di Jakarta, pada Rabu (23/3).

Nissa lantas menghabiskan waktu dua tahun untuk membuat Potongan. Lamanya proses pembuatan film itu dikarenakan banyak menemukan fakta baru yang ternyata cocok menjadi cerita dalam film.

Sebelum memulai produksi filmnya, Nissa mengurus perizinan ke LSF bersama Babibuta Film. Dengan begitu, ia bisa mengambil gambar suasana di dalam ruangan LSF saat proses pemotongan film. Dari proses pembuatan film itu, Nissa jadi tahu banyak.

"Pas buat film ini, kami baru tahu kalo LSF itu bagian dari Komisi 1 DPR. Ya akhirnya kita tahu LSF itu siapa dan di bagian mana," kata Nissa menjelaskan.

Melalui Potongan, Nissa berharap masyarakat tahu proses kerja LSF dan film-film seperti apa yang mendapat cap lolos sensor atau ditolak oleh LSF.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video