Sebelumnya, panitia melihat secara keseluruhan karya Usmar Ismail dan menentukan film mana yang paling tepat untuk ditampilkan. Ketua Panitia HFN, Niniek L Karim, pun sangat setuju film ini sebagai penanda dari perayaan HFN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenjak ditinggal kematian ibunya, tiga bersaudara ini tinggal bersama ayah dan neneknya. Ingin menjalankan amanah almarhumah, sang nenek mencarikan jodoh untuk Nunung. Tapi keinginan itu malah menimbulkan konflik karena lelakinya menjadi rebutan.
"Beliau merupakan orang indonesia pertama yang produksi film Indonesia dengan semua yang serba Indonesia. Dengan pemutaran film ini juga saya harap anak muda Indonesia tahu dan ingat siapa Usmar Ismail," lanjut Niniek.
Film musikal yang rilis tahun 1956 silam itu akan diputar di dua bioskop yang berbeda. Bioskop 21 Metropole dan Blitz Pasific Place dipilh menjadi tempat pemutaran film tersebut.
Blitz Pacific Place menyediakan satu studio dengan kapasitas 128 orang. Khusus untuk Blitz, pemutaran film Tiga Dara akan dihadiri anak-anak muda yang nantinya akan terlibat di Festival Film Kaum Muda.
Sedangkan bioskop Metropole akan menjadi pusat malam perayaan HFN 2016. Dua studio disediakan untuk penonton dengan kapasitas 284 orang.
Sayangnya, hanya undangan yang dapat menyaksikan karya asli Usmar Ismail ini. Film Tiga Dara akan diputar secara bersamaan di dua tempat pada pukul 21.00.
Tidak hanya pejabat pemerintahan, panitia juga mengundang keluarga dekat Usmar Ismail dalam pemutaran film. Selain itu panitia turut mengundang sineas-sineas yang sempat berkolaborasi dengan Usmar Ismail. Salah satunya ialah musisi rock Ahmad Albar.
"Saya kira keluarga Usmar Ismail adalah undangan yang paling resmi. Seperti seremoni sekarang mereka kan juga hadir. Selain itu kami beruntung masih ada yang pernah terlibat kerja sama degan beliau," kata Niniek.
(ard/ard)