Bagi sutradara Azhar Kinoi Lubis, HFN menjadi titik perenungan pembuat film Indonesia. Merenungkan apa yang bisa dilakukan satu tahun ke depan nanti jika diberikan umur panjang oleh Tuhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain pentingnya evaluasi, Kinoi berpendapat bahwa HFN menjadi nyawa baginya. Hari perayaan ini dianggap dapat menyulut semangatnya untuk terus berkreasi, membuat karya-karya baru.
Penambahan jumlah sineas Indonesia, dalam pandangan Kinoi, harus diikuti peningkatan kualitas. Tetapi dalam kemajuan itu, Kinoi berpikir, masih ada yang harus diperbaiki oleh orang Indonesia.
"PR—pekerjaan rumah—terbesar adalah bagaimana sineas, film maker, produser, investor sadar untuk membuat film yang dekat dengan masyarakat Indonesia," kata asisten sutradara Opera Jawa (2006).
"Sehingga," Kinoi menambahkan, "film Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. Jangan mau kalah dengan industri masyarakat luar yang merebut hati masyarakat kita."
(vga/vga)